CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 09 September 2011

Good Bye Feli (Part3)


“Hoaaahmm….”, Keisha baru bangun tidur, dia kemudian melihat jam wekernya. Jarum panjang di antara angka 7 dan 6, sedangkan jarum pendek ada di angka 6. “Hah? Aku telat bangun! Tadi malam aku lupa memasang jam weker !”, teriak Keisha. Dia segera meloncat dari tempat tidurnya. Keisha segera bersiap-siap ke sekolah.
~ * ~ * ~ * ~
            Sekarang Keisha sudah sampai di sekolah. Tapi bel sudah berbunyi dan.. Oh tidak! Bu Reva sudah duluan masuk ke kelas daripada Keisha. Keisha gemetaran. Dia takut kena hukuman dari Bu Reva. Karena.. Bu Reva itu galak banget!
Akhirnya Keisha memberanikan diri masuk ke kelas dan bertekad untuk meminta maaf kepada Bu Reva.
            Keisha kini berdiri di depan pintu kelas. Bu Reva menghampirinya. Keisha tidak berani memandang wajah Bu Reva.
“Keisha Fayyaza! Kenapa kamu telat masuk kelas? Sebagai Ketua Kelas dan Murid Teladan di sekolah, seharusnya kamu mencontohkan hal-hal yang baik, bukan seperti ini!”, waduh, Bu Reva marah besar.
“Ma.. maaf bu, saya terlambat masuk kelas.. Tadi malam saya lupa memasang jam weker. Sekali lagi maaf bu”, jelas Keisha. Tanpa diduga, Feli mengacungkan jarinya.
“Ada apa Feli?”, tanya Bu Reva.
“Maaf bu. Bukannya saya membela Keisha. Tapi, sepertinya Keisha tidak pantas dihukum.”, kata Feli.
“Feli, Keisha sudah jelas bersalah. Kamu kenapa membela dia?”, Bu Reva membentak Feli.
“Saya tau dia bersalah. Tapi, maaf, seingat saya Ibu pernah berkata bahwa siswa yang telat akan dihukum jika dia sudah dua kali telat.”,  jelas Feli.
Bu Reva terdiam sejenak, lalu..
“Oh iya, Ibu hampir lupa! Terima kasih Feli, karena sudah mengingatkan. Nah, untuk Keisha, sekarang duduk, dan ingat, ini adalah terakhir kalinya kamu telat.”, kata Bu Reva.
“Terima kasih bu!”, seru Keisha. Dia sangat senang.
“Dan Ibu ingatkan lagi, bagi seluruh siswa yang telat, akan dihukum jika dia telat dua kali. Jadi, kalau telat satu kali, Ibu maafkan dia. Sudah jelas, kan?”, terang Bu Reva.
“Jelas bu!”, seru murid-murid serempak.
“Sekarang kita mulai saja pelajarannya ya..”, sahut Bu Reva memulai pelajaran.
~ * ~ * ~ * ~
            “Teng teengg…”, bel berbunyi.
 “Horee!”, murid-murid kelas 6-3 bersorak riang karena hari ini semuanya pulang lebih awal.
            “Pulang bareng, yuk ! “, ajak Feli.
 “Oke !”, jawab Keisha dan Caca bersamaan.
“Oh iya. Makasih ya Fel, tadi kamu sudah mengingatkan Bu Reva, Jadi.. Aku gak dihukum, deh!”, kata Keisha.
“Iya. Makanya jangan lupa masang jam weker!”, jawab Feli sekaligus mengingatkan Keisha.
“Hah? Jam weker dipasang di dinding?”, canda Caca.
“Maksudnya, jam wekernya disetel supaya nanti bunyi. Terus kita gak akan telat kaya si Keisha.”, kata Feli.
“Ah, gak seru. Kalian gak bisa diajak bercanda.”, kata Caca pura-pura cemberut.
“Lagian, kamu ngelawaknya gak bener… Gajinya aku potong, loh!”, kata Keisha ikut-ikutan bercanda.
“Emang aku dikontrak untuk ngelawak?! Huh, aneh-aneh aja.”. Mereka tertawa mendengar perkataan Caca.
Tapi, Keisha dan Caca tidak mendengar tawa Feli. Mereka menoleh ke belakang. Lalu…
“Feli! “,seru mereka histeris. Feli pingsan! Dari tadi memang Keisha dan Caca terus berjalan sambil bercanda. Jelas saja mereka tidak tahu Feli berjalan di belakang mereka atau tidak.
Keisha berlari menghampiri Feli yang jatuh  tak berdaya. Caca segera memanggil supir Feli. Supirnya mengangkat Feli masuk ke mobil dengan diikuti oleh Keisha dan Caca. Mereka membawa Feli ke rumah sakit dan segera menghubungi keluarga Feli.
            Ketika sampai di rumah sakit, mama dan papa Feli sudah menunggu dari tadi dengan cemas. Feli kemudian diperiksa oleh dokter pribadinya. Dokter kemudian mengajak mama dan papa Feli ke ruangan dokter.
            Saat keluar dari ruangan dokter, wajah orangtua Feli kelihatan pucat.
“Tante, Feli kenapa? “, tanya Keisha.
“Fe.. Feli mengidap pp.. penyakitt.. kanker otak. “, jawab mama Feli. Wajah mama Feli kelihatan pucat sekali.
 “Apa? Kanker otak?”, seru Keisha dan Caca bersamaan.
“Iya, kata dokter Feli bisa sembuh dengan melakukun kemoterapi dari dokter.”, jelas mama Feli.
“Oh begitu. Semoga Feli cepat sembuh. Kita pulang dulu tante. Aku dan Caca pasti mendoakan Feli supaya cepat sembuh dan bisa bermain dengan teman-teman lagi.”, Keisha dan Caca berpamitan kepada mama dan papa Feli.
“Terima kasih, ya. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita. Amiin. “, doa mama Feli.
“Aminn. Permisi tante.”, ucap Keisha dan Caca.
Mereka pulang bersama. Keisha menatap gelang yang bertuliskan ‘Best Friends’ di pergelangan tangannya. Dia terus memikirkan kondisi sahabatnya saat ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Transparent White Star