Sudah 2 bulan Feli tidak masuk sekolah. Keisha selalu memikikan Feli. Tiba-tiba…
“Kriing…”, telepon rumah Keisha berdering. Keisha segera mengangkatnya.
“Halo, assalamu ‘alaikum.”, sapa Keisha di telepon.
“Wa ‘alaikumsalam. Maaf, aku ingin berbicara dengan Keisha. Apakah Keisha ada di rumah?”, jawab suara dari seberang. Keisha mengenal suara itu dan terdiam sejenak.
Kemudian..
“Feli!, Gimana kabarmu? Kamu sudah sembuh belum? “, seru Keisha. Dia sangat senang menerima telepon dari Feli.
“Oh, ini Keisha, ya? Kabarku baik-baik saja. Setelah beberapa kali menjalani kemo, dokter menyatakan bahwa aku sudah sembuh, tetapi belum sembuh total. Agar tidak mengganggu pelajaran, dokter menyuruhku untuk rawat jalan dan sesekali memeriksakan diri ke rumah sakit agar penyakitku tidak kambuh dan aku bisa sembuh total. Mulai lusa, aku akan sekolah!”, jelas Feli dengan bersemangat.
“Wah, aku senang sekali! Aku doakan kamu agar sembuh total.”, sahut Keisha.
“Makasih banget, Kei!. Oh iya, mau gak nanti sore ke rumahku? Kita nanti foto-foto di kamarku. Caca juga diajak, ya! “, tawar Feli.
“Boleh juga. Oke deh.”, jawab Keisha.
“Ya udah. Aku tunggu, ya. Assalamu ‘alaikum..”.
“Wa ’alaikumsalam..”, jawab Keisha seraya menutup teleponnya. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dan berfoto-foto dengan kedua sahabatnya.
Keisha kemudian menelepon Caca.
“Halo, selamat siang.”,sapa suara di seberang sana. Suaranya seperti Caca.
”Ini Caca, ya?”, Keisha bertanya kepada suara di seberang.
“Eh, Keisha. Ada apa? “, jawab Caca.
“ Begini Ca, tadi Feli meneleponku…”, belum selesai Keisha bicara..
“Hah? Feli telepon kamu? Gimana kabar dia? Dia bilang apa ke kamu? “,Caca menyela pembicaraan Keisha.
”Ih, aku belum selesai cerita, dengar dulu, dong!”, Keisha agak kesal. Tapi sebenarnya dia nggak marah sama Caca.
Caca meminta maaf kepada Keisha.“Hehehe.. Maaf deh, ya udah terusin ceritanya.”,.
Karin melanjutkan ceritanya, “Yah, pake ketawa segala. Ya udah aku lanjutin ceritanya. Feli tadi meneleponku. Terus, dia cerita ke aku. Menurut dokter, Feli sudah sembuh, tapi belum sembuh total. Agar tidak mengganggu pelajaran, dokter manganjurkan agar Feli menjalani rawat jalan dan sesekali memeriksakan diri ke rumah sakit agar penyakitnya sembuh total. Jadi, mulai lusa dia sudah boleh pergi sekolah. Dan satu hal yang paling menyenangkan adalah..”, Keisha memutus ceritanya.
“Apa lanjutannya, Kei? “, tanya Caca yang makin penasaran.
“Feli mengajak kita berfoto-foto di rumahnya!”, seru Keisha saking gembiranya.
“Wah, asyik banget! Kapan kita kesana?”, tanya Caca.
“Nggak tau. Gimana kalo jam 4 sore?” , jawab Keisha
“Okelah. Aku setuju.”, kata Caca seraya menutup teleponnya.
~ * ~ * ~ * ~
“Tok.. tok..”, pintu rumah Caca diketuk. Caca buru-buru membuka pintu.
“Keisha? Kamu kok kesini?.“, tanya Caca.
“Aku mau jemput kamu, Ca.”, jawab Keisha.
“Oh, ya udah aku pamit ke mamaku dulu, ya.”, Caca langsung masuk ke dalam rumahnya. Baru beberapa menit saja, Caca sudah ada lagi di hadapan Keisha.
“Yuk berangkat !”, ajak Keisha.
“Ayo!”, seru Caca. Mereka berlari menuju mobil Keisha.
“Jadi pada mau ke mana, nih?”, tanya papa Keisha.
“Ke rumah Feli !”, jawab Keisha dan Caca dengan semangat.
“Oke, kita berangkat sekarang !”, seru papa Keisha. Kemudian papa Keisha mengemudikan mobil menuju rumah Feli.
~*~*~*~
“Hore, Sudah sampai!”, seru Keisha dan Caca.
“Papa mengantar sampai sini saja, ya. Nanti kalau mau pulang telepon papa. Ok ?”.
“Beres pa !”, jawab Keisha sambil mengacungkan jempolnya. Keisha dan Caca segera turun dari mobil dan memencet bel rumah Feli. Mama Feli yang membukakan pintu.
“Keisha, Caca, ayo masuk. Feli sangat ingin bertemu dengan kalian.”, sambut mama Feli.
“Iya tante.”, jawab Keisha dan Caca.
“Keisha! Caca! Aku kangen banget sama kalian!.”, seru Feli.
“Aku juga. Feli, kamu cantik banget pakai kerudung!”, jawab Caca sekaligus memuji Feli.
“Makasih. Aku pakai kerudung bukan untuk menutupi rambutku yang botak karena efek samping obat. Tapi aku benar-benar ingin pakai kerudung, selagi aku masih hidup. “, jelas Feli sambil tersenyum.
“Aku setuju dengan perkataan Feli. Salut deh buat Feli !”, sahut Caca sambil mengangkat kedua jempolnya. Walaupun berbeda keyakinan, Caca mengerti maksud Feli.
Ada sebuah perasaan tidak nyaman di hati Keisha tentang perkataan Feli tadi. Akan tetapi, Keisha sangat setuju Feli memakai kerudung. Entah firasat apa itu, intinya ada yang mengganjal hati Keisha.
“Kei, kenapa bengong? Kamu setuju kan kalau Feli pakai kerudung?”, tanya Caca yang bingung dengan sikap Keisha.
“Eh, iya iya, aku setuju banget.”, jawab Keisha sambil nyengir.
“Oh iya Feli, ini aku bawa catatan pelajaran waktu kamu nggak masuk sekolah. Aku dan Keisha yang mengetik ini semua.”, sahut Caca sambil menyerahkan catatan pelajaran yang telah dijilid dengan rapi.
“Ya ampun ! Kalian buat ini semua untuk aku? Makasih banyak, ya! Kalian memang sahabatku yang paling baik sedunia.”, seru Feli.
“Hehehe.. Feli bisa aja.”, kata Caca.
“Ngomong-ngomong, tadi ada yang janji ke aku mau foto bareng. Tapi siapa ya?”, canda Keisha.
“Oh iya, aku hampir lupa !”, sahut Feli. Feli kemudian berjalan ke luar kamar.
Sesaat kemudian, Feli datang bersama mamanya. Digenggamnya kamera kesayangannya. “Ayo kita berpose !”, ajak Feli. Ketiga sahabat itu langsung bergaya bersama di depan kamera yang dipegang mama Feli. Seperti biasa, ketika berfoto mereka mengatakan..”3.. 2.. 1.. Ciiss..”. Klik! Mama Feli memencet tombol kamera. Anak-anak berebut melihat foto.
“Bagus.. bagus..”, komentar Feli.
“Ih, tapi aku disitu jelek banget!”, kata Keisha.
“Memang dari dulu kamu sudah jelek!”, sahut Caca.
“Aarghh… Cacaaa.. Aku cubit loh pipinya.”, kata Keisha seraya mencubit pipi Caca yang chubby.
“Aduh!”, seru Caca.
“Hahahaha…”, semua tertawa, Caca pun ikut tertawa.




0 komentar:
Posting Komentar